Sunday, August 27, 2017

TEMUKANLAH SOLUSINYA!

TEMUKANLAH SOLUSINYA!
Oleh : Peri Irawan*

Setiap orang akan menghadapi masalah dalam hidupnya. Entah itu masalah ringan hingga masalah yang pelik sekalipun. 

Dalam menghadapi masalah tersebut ada yang biasa-biasa saja,  ada yang merespon dan menyelesaikannya dengan cepat dan tidak sedikit yang stres, hingga mengakhiri hidupnya karena tak mampu memecahkan permasalahannya.

Masalah adalah sumber pembelajaran yang tak ternilai harganya. Kualitas seseorang bisa ditempa dengan baik hanya dengan kemampuannya untuk bisa memecahkan berbagai macam masalah (problem solving). 

Semakin seseorang terbiasa menghadapi masalah dan menanganinya semakin baik hidupnya.

Pada dasarnya masalah menjadi sulit karena kita lebih sering memikirkannya dibandingkan mencari solusinya. Masalah ada untuk dihadapi. 

Banyak diantara kita bingung jika harus menghadapi masalah, apalagi masalah tersebut baru sekali dialaminya selama hidup,  bisa bingung setengah mati.

Menyikapinya pun akan berbeda bagi setiap orang, ada yang cuek,  ada yang terlalu serius, ada yang setengah-setengah, ada juga yang biasa-biasa saja.

Konsekuensinya pun akan berbeda tentunya. Masalah semakin didiamkan akan semakin rumit, diselesaikan dengan cepat adalah pilihan terbaik. Mengapa? Karena masalah dalam hidup ini akan selalu datang dalam bentuk yang lain.

Beberapa di bawah ini pengalaman saya (penulis-red) dalam menghadapi masalah, dan Alhamdulillah masalah bisa diselesaikan dengan baik dan hingga kini jadi pelajaran mahal bagi saya.

1. Terima dan sadarilah bahwa kita sedang punya masalah yang harus segera diselesaikan. 

2. Identifikasilah masalah di atas beberapa lembar kertas (lebih baik putih dan polos) dan jangan lupa pena atau pensilnya. 

- Tulis judul masalah kita misalnya "Biaya Pendidikan Sekolah Anak".

- Tulis di bawah judul "Solusi". Solusi ini harus kita tulis sebanyak-banyaknya. 

Minimal 10-20 solusi yang kita tulis,  solusi yang paling sederhana dan realistis hingga solusi paling liar yang kurang relevan sekalipun. Kemudian sortir solusi tersebut dan diurutkan dari yang paling mudah dilakukan hingga yang paling sulit. 



3. Diskusikan dengan teman yang kita percaya atas masalah yang tengah kita hadapi,  dan pastikan teman yang nyambung diajak berbicara, biasanya dari diskusi yang intens tapi santai ada saja ide atau solusi baru yang tidak kita temukan jika hanya berpikir sendirian. Bukankah 2 kepala yang cerdas lebih baik daripada hanya 1 kepala yang biasa-biasa saja. Hehehe...

4. Lakukanlah segera dengan skala prioritas atas solusi yang telah kita tulis tersebut, milikilah komitmen yang kuat untuk selesaikan masalah kita. Tanpa komitmen yang kuat solusi hanya akan jadi sebuah tulisan di atas secarik kertas. 

Memang masalah yang kita hadapi tidak serta merta langsung beres dan selesai 100%, tapi dengan menuliskan dan melakukannya kita punya keberanian dan kepercayaan diri untuk bisa memecahkan permasalahan hidup kita dengan sangat baik dan kita pun malah menikmatinya. 

Selamat mencoba,  semoga bermanfaat. Salam Sukses, Salam Pembelajar.

*) Penulis adalah pengasuh blog www.visionerpd.blogspot.co.id
Baca selengkapnya

Thursday, February 16, 2017

MENCIPTAKAN BUDAYA MINAT MEMBACA

MENCIPTAKAN BUDAYA MINAT MEMBACA
Oleh : Peri Irawan*

Menurut survey UNESCO – PBB, minat baca masyarakat Indonesia termasuk sangat rendah, berkisar di angka 0,1% dari jumlah penduduk, atau sederhananya dari 1.000 orang masyarakat Indonesia, hanya 1 orang yang suka membaca.

Dan dari studi yang dilakukan oleh Central Cennecticut State University dalam studi “Most Littered Nation In The World” tahun 2016, Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara yang disurvey, berada di atas Thailand di urutan ke-59 dan di atas Bostwana di urutan ke-61. chek di sini


Hal ini menandakan bahwa budaya minat membaca di negeri ini cukup memprihatinkan, padahal banyak manfaat yang bisa kita ambil dari kegiatan membaca. Para pendiri bangsa ini, khususnya kedua Proklamator NKRI, Ir. Soekarno dan Drs. H. Mohammad Hatta adalah ‘pelahap’ buku yang sangat lapar, sehingga keduanya merupakan tokoh yang cerdas di zamannya, bahkan karya-karya intelektualnya bisa kita rasakan hingga saat ini.

(Ir. Soekarno dan Drs. H. Mohammad Hatta saat membaca buku)

Agar menjadikan membaca sebagai budaya. Para pembaca yang budiman, marilah kita cintai kegiatan membaca. Tanamkanlah sejak dini kecintaan membaca terhadap anak-anak kita, hal ini agar kegiatan membaca menjadi kebiasaan rutin yang positif dalam kehidupan keseharian masyarakat kita. Minimal hal positif tersebut bisa dimulai dari pribadi kita sendiri terlebih dahulu.

Bagaimana cara memulainya? Penulis punya kiat sebagai berikut :

1.   Mulailah dari membaca buku yang temanya Anda sukai. Hal ini misalnya bisa berupa hobby, pekerjaan/ profesi, bisnis atau masalah yang sedang Anda hadapi yang Anda butuhkan cepat solusinya. Pokoknya hal-hal bertemakan yang bisa menggugah minat Anda untuk membacanya dari awal hingga akhir (selesai).

2.   Jika membaca buku teks terasa berat bagi Anda karena biasanya membosankan, cobalah cari buku yang isinya disertai dengan ilustrasi yang menarik baik berupa gambar maupun warna-warna ataupun komik yang mendidik misalnya.

(contoh buku-buku yang penulis baca karena ilustrasinya yang sangat menarik)

3.     Agendakan waktu khusus untuk membaca, minimal 1 jam/ pekan. Untuk permulaan Anda bisa membaginya menjadi 2-3 hari dalam 1 pekan tersebut dengan durasi 20-30 menit per hari.

4.    Jika ada kesempatan, carilah teman yang memiliki minat yang sama dalam sebuah hal (dalam hal ini membaca tema yang sama), lalu diskusikan dan buatlah langkah nyata berdasarkan buku yang Anda baca bersama. 

       Keuntungan dari point ini adalah Anda bisa saling bertukar buku, informasi, dan mengaplikasikan isi buku bacaan Anda bersama teman Anda tersebut, sehingga kebiasaan membaca bukan hanya sekedar mendapatkan pengetahuan dan informasi saja, tetapi juga menjadi bagian hidup Anda untuk berkembang ke arah yang lebih baik.

Demikianlah semoga artikel ini bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian di mana pun Anda berada. Salam Sukses Salam Pembelajar.


*) Penulis adalah pengasuh blog di www.visionerpd.blogspot.com
Baca selengkapnya

Sunday, February 5, 2017

BELAJAR MENULIS INDAH

BELAJAR MENULIS INDAH
Oleh : Peri Irawan*

Belajar menulis indah perlu dilakukan bagi setiap orang, khususnya bagi mereka yang bercita-cita menjadi seorang pemimpin atau duduk dalam jajaran pimpinan, baik Dewan Direksi dan Komisaris, Manajer ataupun Ketua Organisasi.

(tanda persahabatan Ir. Soekarno - Jend. Soedirman)

Mengapa demikian? Karena sebagian besar pemimpin atau mereka yang mencapai jabatan tertinggi pada sebuah organisasi memiliki ciri khas yang sama yaitu mampu menulis tangan dengan indah. Kita bisa menyimak sejarah-sejarah pemimpin besar melalui biografi mereka, dan melihat hasil tulisan tangannya melalui dokumentasi-dokumentasi sejarah baik hasil tulisan tangan langsung maupun bukti berupa foto/ gambar. 

Tulisan pemimpin-pemimpin besar rapi, indah dan berkarakter.

(harapan Presiden RI ke-7, Ir. Joko Widodo)

Tulisan tangan merupakan cerminan pribadi seseorang, bahkan ada ilmu khusus yang mempelajari watak seseorang dari tulisan tangannya (graphology). Mari kita asah terus kemampuan kita untuk belajar menulis dengan indah.

Dahulu.., sejak kita sekolah di tingkat dasar, kita pernah diajarkan bagaimana caranya bisa menulis indah di atas kertas bergaris, biasanya anak-anak yang cerdas mampu untuk melakukannya.

Apalagi jika sering dilatih secara terus-menerus dengan disiplin, bisa dipastikan kemampuan menulis indahnya akan semakin meningkat, jadi janganlah jemu untuk selalu belajar menulis dengan indah.

Dalam dunia kerja, banyak korporasi (konvensional) akan menilai masyarakat pelamar kerja dengan salah satu syarat, yaitu menulis surat lamaran kerja secara langsung dengan tangan (non-komputer/ mesin tik).

Mengapa hal itu dilakukan? Pada dasarnya hal tersebut untuk menilai pribadi sang pelamar kerja berdasarkan tulisannya. Karena tulisan tangan mampu menggambarkan karakter seseorang. Manajer HRD/ Personalia akan menilai keseriusan sang pelamar kerja dimulai dari surat lamaran kerja yang ditulisnya secara langsung.

Penilaian tersebut diantaranya :

  1. Kerapian tulisan, rapinya tulisan menjadi standar awal penilaian sang pelamar kerja, semakin rapi tulisan semakin bagus. Kebiasaan kerja dengan rapi dibutuhkan banyak perusahaan dan menjadi standar utama. Kita mengenal standar kerja di banyak perusahaan dengan konsep 5R (ringkas, rapi, resik rawat dan rajin), jadi kebiasaab kerja rapi itu merupakan keharusan bagi sebagian besar perusahaan.
  2. Susunan kata dan penggunaan/ penempatan tanda baca, hal ini menggambarkan tentang kecerdasan seseorang, tata bahasa dan pemilihan kata menunjukan tingkat pendidikan seseorang, semakin terdidik semakin baik untuk perusahaan, perusahaan akan tertarik untuk menjadikan pelamar kerja sebagai asetnya (pegawai).
  3. Keindahan tulisan. Keindahan tulisan menjadi penilaian terakhir. Untuk bisa menulis indah dibutuhkan banyak latihan, biasanya dibutuhkan latihan yang cukup lama, namun jika dilakukan secara disiplin dan konsisten, menulis indah bisa kita lakukan dan menjadi bagian dari diri kita. Keindahan tulisan juga menggambarkan karakter seseorang atas ketekunan, konsistensi, kerja keras dan disiplin.



Para pembaca yang budiman, marilah kita jadikan belajar menulis indah sebagian dari pembelajaran kita setiap saat, belilah pena yang baik untuk mulai belajar menulis indah, jika sudah mampu menulis indah, menulis bisa menjadi hal yang ringan dan menyenangkan.

Semoga artikel ini bermanfaat, salam sukses salam pembelajar.

*) penulis adalah pengasuh blog http://visionerpd.blogspot.co.id/




Baca selengkapnya

Thursday, November 12, 2015

SUSAH SENANG DIJALANI

SUSAH SENANG DIJALANI


SUSAH SENANG DIJALANI
Oleh : Peri Irawan*


Tidak selamanya bisnis akan berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ada situasi-situasi sulit yang akan membuat bisnis kita mulai terseok-seok. Banyak faktor yang bisa mempersulit keadaan sebuah bisnis.


Ketika bisnis berada dalam situasi yang sulit, ada perasaan di dalam diri kita untuk menyerah saja dan mengakhiri bisnis yang sedang kita jalankan saat ini. Apalagi jika kita masih berada pada posisi pebisnis pemula, menyerah dalam bisnis bukanlah pilihan sulit, karena kita merasa bahwa langkah kita belum terlalu jauh untuk mengalami kerugian yang lebih besar.


Pada situasi-situasi sulit seperti ini, rasanya jalan bisnis yang kita tempuh selalu mengalami kebuntuan dan penuh rintangan. Disinilah komitmen kita untuk konsisten dan persistensi diri sedang diuji. Sejauh mana kesetiaan kita dalam menjalankan bisnis itu akan berlanjut. Saya rasa jika kita sedang berada pada situasi bisnis yang sulit, sikap yang terbaik adalah memiliki keyakinan di dalam diri bahwa "Susah Senang Akan Tetap Dijalani." Peganglah secara teguh prinsip tersebut.


Seperti pernyatan sebelumnya, faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan pada bisnis itu banyak sekali jenisnya ; bisa berupa kelangkaan bahan baku, resesi/krisis ekonomi nasional, fluktuasi valas yang tidak stabil, kesalahan mengelola aset, mahalnya/tingginya biaya operasional, turunnya daya beli masyarakat dan lain sebagainya.


Situasi sulit yang berlarut-larut akan mulai mengguncang keyakinan kita atas kesuksesan bisnis yang akan kita raih. Oleh sebab itu kita harus mampu bertahan. Bisnis adalah sebuah perjalanan yang panjang. Bisnis merupakan bagian dari kehidupan kita selaku pebisnis. Jika dilakukan terus menerus secara konsisten, berani, kreatif dan inovatif bisnis akan tumbuh dan membesar.


Saat bisnis baru dimulai kecil-kecilan, bisnis harus kita hidupi dan cukup merepotkan. Namun setelah membesar, bisnis akan memberikan kehidupan nyaman dan mengurus diri kita dari segi kecukupan finansial dan tersalurkannya eksistensi diri.


Lalu, jika kesulitan bisnis mulai mendatangi kita, sikap apa yang harus kita lakukan? Beberapa sikap yang harus kita lakukan diantaranya adalah seperti di bawah ini :


Pertama, terimalah keadaan sulit tersebut secara sadar. Hal ini akan memperkuat diri kita dari sudut kekuatan mental. Saat mental siap, fisik kita pun siap mengikutinya. Dalam hal ini tentunya kesiapan mental dan fisik untuk tetap bertahan dalam bisnis sesulit apapun kondisinya.


Kedua, saat kita memutuskan untuk tetap berkomitmen menjalankan bisnis meskipun kondisi sedang sulit. Hal tersebut akan menjadi kredit point yang positif bagi kita di mata para mitra bisnis dan stakeholder lainnya.


Mereka melihat dan merasakan langsung jika kita serius dan penuh komitmen dalam menjalankan bisnis. Mereka akan menilai bahwa kita layak untuk menjadi rekan bisnis mereka dalam jangka waktu yang panjang.


Ketiga, kesulitan-kesulitan yang berhasil kita lalui akan memperkuat kita untuk menghadapi level kesulitan yang lebih tinggi. Kreatifitas akan terasah, keberanian akan terbentuk dan jiwa bisnis semakin terlatih. Kesulitan adalah metode ampuh untuk menjadikan kita agar lebih kuat, lebih kreatif, lebih antisipatif dan belajar akan hal-hal yang baru.


Mulai sekarang, nikmatilah kesulitan-kesulitan yang datang kepada kita. Kesulitan selalu membawa kado berkah yang tersembunyi dan berharga.


Demikianlah, semoga artikel ini bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi para pembaca di manapun Anda berada. Salam Sukses Salam Pembelajar.


*) penulis adalah pengasuh blog pada www.visionerpd.blogspot.com
Baca selengkapnya

Saturday, October 31, 2015

MERANCANG SISTEM BISNIS

MERANCANG SISTEM BISNIS

MERANCANG SISTEM BISNIS
Oleh : Peri Irawan*


Bisnis yang bagus adalah bisnis yang tersistem dengan baik. Sistem bisnis akan mempermudah sang pemilik bisnis untuk menjalankan atau mengoperasikan bisnis secara teratur. Dengan tahapan-tahapan yang runut dan terarah sesuai sistem. Sistem bisnis menjadikan pola operasional bisnis menjadi lebih sederhana dan bahkan bisa otomatisasi.


Sistem bisnis juga merupakan daya ungkit. Sistem bisnis tidak perlu rumit, cukup yang sederhana tapi bisa membantu bisnis untuk tetap eksis dan konsisten dalam mencetak laba. Sederhananya sistem bisnis berkisar pada wilayah produksi (penyediaan), distribusi (penyaluran), pemasaran dan laporan keuangan.


Jika saat ini Anda adalah pebisnis pemula atau anda seorang pemilik bisnis yang sudah berkiprah puluhan tahun, maka bisa dipastikan untuk sistem bisnis diawal-awal usaha Anda, andalah yang membuatnya. Dimulai dari pola-pola yang umum hingga Anda menemukan formula bisnis yang jitu, kokoh dan mapan untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama.


Perbedaan besar antara bisnis yang mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama dengan bisnis yang ditahun-tahun pertamanya sudah tenggelam adalah ketiadaan sistem bisnis yang baik. Sehingga bisnis tidak terkontrol/hilang kendali, sulit diukur hasilnya dan berujung pada kebangkrutan/pailit.


Sistem bisnis ibarat 'Alarm' yang bisa mengingatkan kita, jika ada hal yang tidak beres yang bekerja pada sistem bisnis. Kita bisa segera mengambil langkah antisipatif dengan memberikan perhatian lebih pada pola bisnis yang salah. Selanjutnya bisa kita lakukan evaluasi, pembenahan dan perbaikan sistem bisnis agar lebih efektif sehingga bisnis bisa terhindar dari kemandekan dan kerugian yang lebih parah.


Bagi Anda para pebisnis pemula. Mulailah sekarang untuk menuliskan sistem-sistem bisnis Anda secara sederhana di buku jurnal Anda berupa Standar Operasional Prosedur (SOP), yang bisa dijalankan oleh setiap orang. Pastikan lakukan monitoring secara berkala atas sistem bisnis yang sudah berjalan.


Jika mampu, konsultasikanlah dengan orang-orang yang sudah memiliki bisnis dengan sistem yang kuat sebagai bahan pembelajaran dalam upaya merancang sistem bisnis yang mapan bagi Anda, adopsi dan pilahlah yang terbaik pada sistem-sistem bisnis mereka.


Janganlah ragu untuk belajar dari mereka yang lebih ahli dari Anda atas pengetahuan dan apliksi bisnis sehari-hari.


Demikianlah, semoga artikel ini bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi para pembaca di mana pun Anda berada. Salam Sukses Salam Pembelajar.


*) penulis adalah pengasuh blog di www.visionerpd.blogspot.com.
Baca selengkapnya

Saturday, October 24, 2015

BERISTIRAHATLAH SEJENAK!

BERISTIRAHATLAH SEJENAK!

BERISTIRAHATLAH SEJENAK!
Oleh : Peri Irawan*


Tubuh kita butuh istirahat. Istirahat dalam artian luas bukan hanya kita dapatkan saat tidur di malam hari, setelah seharian panjang menjalani aktifitas. Namun juga bisa dari upaya lainnya seperti kegiatan pijat tradisional, meditasi, mendengarkan musik relaksasi, refleksi, spa, berendam di air hangat dan lain sebagainya.


Hal tersebut hendaknya kita lakukan rutin minimal 1 kali dalam 1 bulan, tergantung kemampuan tingkat keuangan kita tentunya. Tubuh kita ini ibarat sebuah ponsel yang sekali-sekali perlu di-refresh dan charge ulang supaya tetap prima kondisinya saat harus digunakan. Kondisi tubuh yang bugar, sehat dan segar memungkinkan kita untuk melakukan banyak aktifitas baik untuk pribadi, keluarga maupun bisnis.


Sebagian besar dari kita adalah pekerja keras yang siap membanting tulang dari pagi, siang hingga malam. Karena bersifat rutin, terkadang kita lupa bahwa tubuh kita ini pun perlu diistirahatkan. Tujuannya agar kembali seimbang, baik fisik maupun psikis.


Kelelahan tubuh merupakan faktor utama penyebab turunnya produktifitas dan kinerja sebagian besar di antara kita. Keluhan-keluhan pada tubuh bisa berupa pegal-pegal, kebas, kesemutan, stres, hingga ketidaknyamanan lainnya. Hal tersebut bisa sangat mengganggu dan berimbas kepada menurunnya kinerja dan produktifitas kita. Hal kecil dan sepele tetapi bisa memberikan dampak yang cukup besar atas karir dan bisnis kita tentunya.


Berbeda halnya jika tubuh kita dalam keadaan Fit. Melakukan aktifitas apapun tidak akan menjadi kendala. Kita lebih siap beraktifitas dan juga penuh daya setelah cukup beristirahat.


Jadi.., segera manjakan diri Anda dengan beristirahat yang cukup, anggarkan biaya untuk itu dan raihlah kinerja yang lebih produktif. Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat. Salam Sukses Salam Pembelajar.


*) penulis adalah pengasuh blog www.visionerpd.blogspot.com.
Baca selengkapnya